Tabe’ Warga Respon! Jika pagi ini Anda bangun tidur dan melihat banyak teman warkop atau orang kantor bermata panda, bisa dipastikan mereka baru saja begadang menyaksikan laga paling bersejarah dekade ini.

​Pagi buta tadi (20 Juli 2026 pukul 03:00 WITA), Spanyol baru saja resmi meruntuhkan dominasi Argentina di Final Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 1-0 di MetLife Stadium, New Jersey. Laga ini memaksa sang juara bertahan menyerahkan takhtanya setelah perlawanan sengit yang harus diselesaikan lewat babak tambahan waktu.

​Mari kita bedah apa saja yang terjadi di laga puncak ini, dan menjawab satu pertanyaan yang paling sering muncul di linimasa: “Gimana mainnya Messi?”

​Dominasi Total “La Roja”

​Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Spanyol menerapkan filosofi ball possession khas mereka yang membuat pemain Argentina nyaris tidak bisa bernapas.

​Tanpa Tembakan Sama Sekali: Percaya atau tidak, Argentina yang dipenuhi bintang serang sama sekali tidak mencatatkan satu pun tembakan (shot) ke arah gawang di waktu normal 90 menit. Spanyol benar-benar mengurung mereka dengan melepaskan 15 tembakan di waktu normal (20 tembakan secara total).

​Drama Kartu Merah: Pertahanan rapat Argentina yang dikawal Emiliano Martinez (yang mencetak rekor 12 penyelamatan final) akhirnya retak. Enzo Fernández mendapat kartu kuning kedua (berbuah kartu merah) di menit ke-90 setelah tekel kerasnya membuat bek muda Spanyol, Pau Cubarsí, terpelanting ke udara.

​Pahlawan Menit Akhir: Bermain melawan 10 orang di babak perpanjangan waktu, Spanyol akhirnya memecah kebuntuan lewat sepakan kaki kiri Ferran Torres di menit ke-106, memanfaatkan umpan header dari Nico Williams.

​Catatan Sejarah: Dengan kemenangan ini, Spanyol tak hanya memperpanjang rekor gila 38 pertandingan tak terkalahkan secara beruntun. Mereka kini menjadi negara pertama dalam sejarah yang memegang gelar Juara Dunia Pria dan Wanita secara bersamaan!

​Bagaimana dengan Performa Lionel Messi?

​Tentu saja, bagi banyak warga penikmat bola, ini adalah soal sang kapten berusia 39 tahun. Meskipun Argentina gagal back-to-back juara, kita patut angkat topi pada riset statistik individunya:

​Statistik Dewa di 2026: Sepanjang turnamen di Amerika Utara ini, Messi membuktikan bahwa umur hanyalah angka dengan mencetak 8 gol dan 4 assist. Angka ini bahkan melampaui torehan 7 golnya saat membawa Argentina juara di Piala Dunia 2022 lalu.

​Terisolasi di Final: Sayangnya, di laga pagi ini, Messi dibuat kewalahan oleh aliran bola cepat Spanyol. Ia bermain penuh selama 120 menit namun mendapat rating terendahnya di turnamen ini (5.52), mencatatkan 33 umpan, dan dilanggar sebanyak 4 kali.

​Nyaris Menjadi Penyelamat: Saat laga menyisakan sekitar empat menit sebelum peluit akhir perpanjangan waktu dibunyikan, Messi sempat mengambil sepak pojok krusial. Bola memantul ke arah Giuliano Simeone, namun sayang eksekusinya justru melambung jauh di atas mistar gawang.

​Berakhirnya Piala Dunia 2026 ini bukan sekadar pergantian juara empat tahunan. Ini adalah simbol transisi era baru di dunia sepak bola. Kita besar kemungkinan baru saja menyaksikan pertandingan Piala Dunia terakhir dari seorang Lionel Messi. Di saat bersamaan, Spanyol telah berevolusi membawa sepak bola modern mereka dengan bintang-bintang belia seperti Lamine Yamal (yang bahkan baru berusia 19 tahun namun sudah jadi juara dunia).

​Oh ya, buat warga yang sering main fun football atau futsal, gaya main umpan pendek dan sabar ala Spanyol ini mungkin patut dicoba—tapi pastikan stamina teman setim Anda sekuat Rodri!