Pangkep,responcom.id – Kehilangan pekerjaan akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) seringkali menjadi pukulan telak yang membuat masa depan terasa suram. Namun, bagi puluhan warga di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), akhir dari pekerjaan lama justru menjadi awal dari peluang baru yang lebih manis.

​Sebanyak 20 warga korban PHK kini tengah merajut kembali asa mereka. Melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat, mereka dibekali keterampilan khusus: pelatihan pembuatan kue.

​Pelatihan ini tak tanggung-tanggung, digelar intensif selama tiga hari sejak Senin hingga Rabu (14–16/9/2026).

​Pemusatannya mengambil tempat di Warkop Logos, Jalan Sultan Hasanuddin, Pangkep.

​Kegiatan yang menjadi ‘sekoci penyelamat’ ekonomi ini dibiayai langsung dari Dana Bagi Hasil-Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) Tahun Anggaran 2026.

​Kepala Disnaker Pangkep, Sulfida, menyebut pelatihan ini bukan sekadar ajang belajar mengaduk adonan. Ini adalah strategi mencetak kemandirian.

​“Maksud kegiatan ini adalah memberikan pembekalan praktis. Ini jadi salah satu alternatif bagi masyarakat terdampak PHK untuk meningkatkan kompetensi dan melihat peluang usaha,” tegas Sulfida, Senin (14/9/2026).

​Ia menaruh harapan besar. Peserta tidak boleh berhenti hanya sampai tahap pelatihan selesai.

​Pengetahuan ini harus dieksekusi menjadi produktivitas nyata. Membuka usaha kuliner mandiri dinilai sebagai jalan keluar yang paling masuk akal untuk kembali menopang ekonomi keluarga.

​Langkah taktis Pemkab Pangkep ini langsung disambut hangat oleh para peserta. Salah satunya Vera Oktaviani.

​Bagi Vera, pelatihan ini membuka matanya bahwa sumber penghasilan tak selamanya harus datang dari status sebagai karyawan.

​“Sangat baik dan bermanfaat. Kami mendapatkan bekal berharga yang bisa dikembangkan menjadi usaha. Jadi, kami tak perlu lagi hanya bergantung pada pekerjaan sebelumnya,” tuturnya optimis.