PANGKEP – Yayasan Dakwah dan Pendidikan Islam (YDPI) PT Semen Tonasa menggelar Wisuda Perdana Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Binaan YDPI di Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Kamis (9/7/2026). Sebanyak 173 santri mengikuti prosesi wisuda sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mereka menyelesaikan tahapan pembelajaran Al-Qur’an di TPA binaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama PT Semen Tonasa Anis, Ketua YDPI PT Semen Tonasa H. Ilyas HM, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep H. Ramli Rasyid, Ketua UPZ PT Semen Tonasa Arham Aras, jajaran pengurus YDPI, pembina TPA, pengurus KIKST, serta para orang tua santri.

Ketua YDPI PT Semen Tonasa, H. Ilyas HM, mengatakan wisuda ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan atas kesungguhan para santri dalam mempelajari Al-Qur’an, sekaligus bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan pendidikan Al-Qur’an di seluruh TPA binaan YDPI.

“Sebanyak 173 santri yang diwisuda tahun ini berasal dari tiga lokasi ujian, yakni TPA Annisa sebanyak 94 santri, TPA Bungoro Indah sebanyak 20 santri, dan TPA Tonasa 1 sebanyak 59 santri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini YDPI membina 70 TPA yang tersebar di wilayah Tonasa 1, Tonasa 2, dan Bungoro. Dari jumlah tersebut, 65 TPA telah menerapkan metode pembelajaran Iqra, sedangkan lima TPA lainnya masih menggunakan metode pembelajaran Al-Qur’an secara tradisional.

Menurut Ilyas, selama empat tahun terakhir YDPI secara konsisten melaksanakan audit dan evaluasi terhadap seluruh TPA binaan untuk memastikan kualitas pembelajaran terus meningkat. Berbagai program pengembangan juga dilakukan melalui asesmen kompetensi pembina, evaluasi proses belajar mengajar, hingga pelatihan bagi para pengajar.

“YDPI berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan melalui peningkatan kompetensi pembina, penguatan sistem pembelajaran, serta pendampingan yang lebih efektif. Harapannya, seluruh TPA binaan dapat terus berkembang dan melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia serta mencintai Al-Qur’an,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar Al-Qur’an, melainkan awal untuk terus meningkatkan kemampuan membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Wisuda ini hanyalah simbol bahwa anak-anak telah menyelesaikan pendidikan di TPA. Namun yang lebih penting adalah bagaimana mereka terus belajar memahami isi dan makna Al-Qur’an. Jangan berhenti sampai di TPA,” tegas Anis.

Menurutnya, tantangan generasi muda di masa depan akan semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi. Karena itu, diperlukan sinergi antara perusahaan, pemerintah, lembaga pendidikan, dan orang tua dalam membentuk generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilainya.

“Kita perlu membangun model pembinaan yang mampu menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini. TPA juga harus terus berkembang dengan pendekatan yang lebih modern agar mampu memberikan pendidikan yang semakin baik bagi para santri di masa mendatang,” ujarnya.

Anis berharap prosesi wisuda perdana ini menjadi kebanggaan bagi para santri dan orang tua, sekaligus menjadi motivasi untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sepanjang hayat.

Melalui penyelenggaraan wisuda perdana ini, YDPI PT Semen Tonasa menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda melalui pembinaan pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam menciptakan masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan berdaya saing.