Tabe’ Warga Respon! Pernahkah Anda kesulitan mengartikan obrolan grup WhatsApp keluarga besar yang menggunakan bahasa daerah full? Kabar baiknya, Anda sekarang bisa meminta bantuan Mbah Google.

​Dalam pembaruan terbarunya yang ditenagai oleh Kecerdasan Buatan (AI), Google Translate baru saja merilis dukungan untuk 110 bahasa baru di seluruh dunia. Yang bikin bangga, 11 di antaranya adalah bahasa daerah Indonesia!

​Ini adalah angin segar, mengingat selama bertahun-tahun jutaan penutur bahasa daerah harus gigit jari karena bahasa kebanggaan mereka tidak terdeteksi oleh radar raksasa teknologi ini.

11 Bahasa Daerah yang Kini “Go Internasional” di Google Translate:

​Bahasa Jawa

​Bahasa Sunda

​Bahasa Aceh

​Bahasa Bali

​Bahasa Batak Karo

​Bahasa Batak Simalungun

​Bahasa Batak Toba

​Bahasa Betawi

​Bahasa Madura

​Bahasa Makassar

​Bahasa Minangkabau

Meski fitur ini sangat membantu pelajar, peneliti, atau Anda yang sedang pdkt dengan orang beda suku, jangan langsung menelan mentah-mentah hasil terjemahannya.

​Karena berbasis AI, sistem ini masih dalam tahap “belajar”. Kosakata gaul, dialek khas kampung tertentu, atau ungkapan peribahasa lokal masih sering diterjemahkan secara kaku. Jadi, untuk urusan dokumen akademik atau resmi, sentuhan manusia (dan kearifan lokal) tetap menjadi filter utama.

Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Indonesia punya lebih dari 700 bahasa daerah. Jadi, 11 bahasa di Google Translate ini baru sebatas langkah pemanasan.

​Namun, masuknya bahasa daerah ke platform digital global adalah strategi pelestarian budaya yang sangat brilian. Ini bukan sekadar soal kemudahan menerjemahkan teks, tapi soal memastikan warisan linguistik Nusantara tidak punah tergerus zaman dan tetap terlihat keren di mata generasi muda yang melek digital.