ResponInfo.com, Makassar – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Makassar (UIM) sukses menyelenggarakan Dialog Kebangsaan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Pergerakan dan Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) Akbar se-Komisariat UIM, Selasa (24/6/2026).
Mengusung tema “Indonesia di Persimpangan: Menakar Arah Kebijakan Negara, Stabilitas Ekonomi, dan Masa Depan Demokrasi”, forum intelektual ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan aktivis kampus. Mereka di antaranya adalah Muh. Samri (Demisioner Ketua Senat Hukum UIM 2024–2025), Muh. Fiqry Marsekal (Koordinator Sosial SEMA FISIP UIM 2025–2026), serta Muh. Al Syahid dari Forum Mahasiswa Karampuang (Formakar).
Kegiatan yang dihadiri oleh antusiasme mahasiswa dari berbagai fakultas ini menjadi ruang diskursus interaktif untuk membedah dinamika isu sosial, politik, ekonomi, hingga tantangan demokrasi yang tengah berkembang di Tanah Air.
Koordinator Sosial SEMA FISIP UIM, Muh. Fiqry Marsekal, dalam paparannya menyampaikan bahwa forum tersebut bertujuan memantik nalar kritis peserta dalam merespons arah kebijakan negara serta dampak signifikannya terhadap kehidupan masyarakat luas.
“Melalui diskusi ini, kita diajak untuk lebih kritis dalam melihat arah kebijakan negara, memahami kondisi ekonomi yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, serta menyadari pentingnya menjaga ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat. Kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik yang berlangsung,” papar Fiqry.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kompleksitas tantangan Indonesia saat ini menuntut partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk berada di garda terdepan dalam mengawal kebijakan publik agar senantiasa berpihak pada rakyat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PMII Komisariat UIM periode 2025–2026, A.M. Fakhril, mengingatkan esensi keterlibatan pemuda dalam proses pembangunan bangsa.
“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mengawal jalannya negara. Menyampaikan aspirasi, berdiskusi, maupun terlibat dalam berbagai gerakan sosial merupakan wujud kepedulian terhadap persoalan bangsa dan ikhtiar untuk mendorong perubahan yang lebih baik,” tegas Fakhril.
Ia berpesan dengan tegas agar mahasiswa dan generasi muda menanggalkan sikap apatis terhadap rentetan persoalan kebangsaan hari ini. Sebagai agen perubahan (agent of change), mahasiswa memikul tanggung jawab moral untuk tak henti belajar, berpikir kritis, dan mengawal regulasi yang bersinggungan langsung dengan hajat hidup orang banyak.
Melalui perhelatan Dialog Kebangsaan ini, PMII Komisariat UIM menaruh harapan besar akan bangkitnya kesadaran kritis mahasiswa terhadap isu-isu krusial nasional, sekaligus mencetak generasi penerus yang aktif merawat nilai-nilai demokrasi.
Di akhir sesi, forum menyepakati satu kesimpulan utama: kemajuan bangsa di tengah tantangan politik dan ekonomi saat ini bukanlah tanggung jawab eksklusif pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi dan keterlibatan aktif generasi muda demi menavigasi arah pembangunan menuju masa depan Indonesia yang lebih cerah.

Tinggalkan Balasan