Repon Info.com- Politisi muda Partai Golkar, M Arief Rosyid Hasan, menegaskan bahwa Sulawesi Selatan (Sulsel) bukanlah “kandang gajah” seperti narasi politik yang kerap muncul belakangan ini. Menurutnya, tidak ada gajah yang hidup bebas di alam Sulsel, kecuali di kebun binatang.
“Gajah itu bukan binatang endemik di Sulsel. Di sini baru ada gajah kalau ada kebun binatang,” tegas Arief Rosyid.
Mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu justru menyebut Sulsel sebagai wilayah yang sarat dengan filosofi pohon beringin, simbol Partai Golkar. Ia menilai hampir di setiap kabupaten dan kota di Sulsel tumbuh pohon beringin, yang menurutnya mencerminkan kekuatan dan akar Golkar di daerah tersebut.
“Justru pohon beringin ada di setiap kabupaten dan kota di Sulsel. Itu filosofi alam yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya.
Arief Rosyid meyakini kondisi tersebut menjadi pertanda bahwa Sulsel akan kembali menjadi lumbung kemenangan Golkar pada Pemilu 2029 mendatang. Ia menilai kekuatan struktural dan kultural Golkar di Sulsel masih sangat solid.
Pernyataan itu disampaikan Arief Rosyid saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Tribun Timur, Nur Thamzil Tahir, di Kantor Tribun Timur, Jalan Cendrawasih, Makassar, Senin (2/2/2026).
Ia juga menegaskan bahwa simbol politik harus ditempatkan secara rasional dan sesuai konteks daerah. Menurutnya, menyamakan Sulsel dengan simbol gajah tidak memiliki dasar geografis maupun kultural.
“Keberadaan gajah tidak bisa disamakan dengan simbol politik di Sulsel, karena memang bukan binatang endemik,” katanya.
Saat ini, Arief Rosyid mendapat amanah dari Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk membantu Muhidin M Said dalam agenda roadshow konsolidasi kader. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel.

Tinggalkan Balasan