Pangkep – Seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, berinisial MT (59) ditemukan meninggal dunia di pinggir Sungai Ma’belae, Jumat, 30 Januari 2026.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk pergi memetik kelapa di kebunnya.
“Korban ditemukan di dalam sungai dalam posisi tenggelam dan sudah meninggal dunia,” ujar Kapolsek Labakkang, AKP Sofyanto, Jumat (30/1/2026).
Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 08.00 WITA saat korban meninggalkan rumahnya di Kampung Sampakang, Desa Kanaungan, Kecamatan Labakkang. Ia menuju sawah sekaligus kebun kelapa miliknya yang berada di pinggir Sungai Ma’belae untuk mengecek tanaman dan mengambil buah kelapa.
Namun hingga pukul 13.00 WITA, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Istri korban yang merasa khawatir kemudian menyusul ke kebun. Di lokasi, ia hanya menemukan sepasang sandal dan alat penjolok kelapa di bawah pohon.
Istri korban bersama anaknya kemudian menyusuri aliran sungai hingga akhirnya menemukan tubuh korban di dalam air.
“Istri korban menemukan sandal dan penjolok kelapa, lalu menyusuri sungai bersama anaknya dan menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Sofyanto.
Menurut kepolisian, korban diduga sempat memanjat pohon besar yang berada di dekat pohon kelapa untuk menjolok buah. Namun korban diduga terjatuh ke sungai dan tenggelam.
“Kuat dugaan korban terjatuh dari pohon besar ke dalam sungai dan meninggal dunia akibat tenggelam,” kata Sofyanto.
Pihak keluarga telah mengevakuasi korban ke rumah duka dan melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah setempat. Keluarga korban menyatakan menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
“Keluarga menolak dilakukan autopsi. Saat ini korban disemayamkan di rumah duka untuk proses pemakaman,” tutup Sofyanto.

Tinggalkan Balasan