Pangkep,responcom.id – Tak lagi sekadar mengintai usia lanjut, ancaman penyakit stroke kini nyata membayangi masyarakat usia produktif 30-an tahun di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Menanggapi tingginya grafik penderita penyakit pembunuh nomor satu tersebut, Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI) memboyong jajaran pakar saraf terkemuka ke Aula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Pangkep, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan dalam rangka “Pengabdian Masyarakat dan Penyuluhan Kesehatan: World Stroke Day 2026” ini mengusung tema “Every minute counts: Kenali Gejalanya, Bertindak Cepat, Selamatkan Kehidupan”.
Agenda tersebut menghadirkan sesi Seminar Kesehatan dari jajaran pakar neurologi ternama, yakni: Dr. dr. Jumraini Tammase, Sp.N, Subsp.NRE(K). Prof. dr. Muhammad Akbar, Ph.D, Sp.N, Subsp.NIIOO(K), DFM. Dr. dr. Ashari Bahar, M.Kes., Sp.N, Subsp.Nevi(K), FINS, FINA, FMIN. dr. Muhammad Yunus Amran, Ph.D, Sp.N, Subsp.Nevi(K), FINR, FIPM, FINA.
Selain seminar, panitia juga membuka Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat Pangkep. Ratusan warga dari berbagai penjuru wilayah tampak memadati Aula Rujab Bupati untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.
Ketua Panitia Kegiatan, Dr. dr. Jumraini Tammase, mengungkapkan bahwa Pangkep sengaja dibidik menjadi wilayah prioritas pengabdian Unhas pada 2026 lantaran indikator risikonya yang terbilang mengkhawatirkan.
“Kami tidak hanya melayani kelompok lansia, tetapi juga melakukan deteksi dini dan pelayanan neurorestorasi. Sekarang risiko stroke tidak lagi mengenal usia; warga di rentang usia 30-an tahun pun banyak yang menyimpan faktor risiko tinggi tanpa disadari,” tegas dr. Jumraini.
Aksi Cek Kesehatan Gratis tersebut menghasilkan temuan medis yang mencemaskan. Dari hasil pemeriksaan dan pelayanan neurorestorasi gratis, mayoritas warga terdeteksi mengidap hipertensi kronis, sakit kepala berulang, nyeri punggung belakang, hingga riwayat serangan stroke yang belum tertangani secara optimal.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, dr. Hj. Herlina, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi antara Pemkab Pangkep, FK Unhas, dan PERDOSNI.
Ia berharap materi penyuluhan serta hasil rekapitulasi pemeriksaan kesehatan dalam agenda ini dapat ditindaklanjuti secara berkesinambungan di tingkat fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas).
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk menindaklanjuti edukasi deteksi dini ini hingga ke tingkat Puskesmas. Upaya pencegahan sejak dini sangat krusial guna menekan angka prevalensi stroke di Kabupaten Pangkep,” ujar Herlina.
Pihaknya juga terus mengimbau masyarakat untuk memperkuat pola hidup sehat melalui gerakan CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres) guna meminimalkan risiko penyakit.

Tinggalkan Balasan