Pangkep,responcom.id- Angka pengangguran di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus ditekan. Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Dinas Ketenagakerjaan resmi menggelar bursa kerja bertajuk Job Fair Pangkep Talent Connect 2026 yang berlangsung selama dua hari, 13–14 Oktober 2026.
Berpusat di halaman Kantor Bupati Pangkep, ajang ini memboyong 20 perusahaan terkemuka dengan menyajikan total 380 lowongan kerja bagi pencari kerja lokal.
Kegiatan dibuka secara resmi melalui prosesi pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Pangkep, H. Abd Rahman Assegaf. Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa job fair ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses lapangan kerja dan membangun SDM yang siap bersaing.
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan dunia industri. Job fair ini bukan hanya ajang rekrutmen, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja,” ujar Rahman Assegaf.
Ia menambahkan, sinergi yang solid antara sektor pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci utama dalam memangkas sekat informasi lapangan kerja bagi masyarakat Pangkep.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Pangkep, Sulfida, mengungkapkan bahwa keterlibatan 20 perusahaan ini sengaja dirancang untuk menyerap potensi tenaga kerja lokal sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi masing-masing.
“Dengan adanya job fair ini, kita membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Pangkep yang membutuhkan pekerjaan. Ada 20 perusahaan yang berpartisipasi dengan total 380 lowongan kerja,” ungkap Sulfida.
Sulfida berharap para pencari kerja dapat memanfaatkan momentum ini secara maksimal untuk menggaet posisi idaman. Lebih jauh, ajang ini ditargetkan mampu memberi dampak signifikan terhadap penurunan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Pangkep.
Melalui Pangkep Talent Connect 2026, Pemkab Pangkep optimistis integrasi antara pencari kerja lokal dan sektor industri dapat terjalin lebih optimal demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan