MAROS, ResponInfo.com – Berawal dari rasa penasaran usai melihat unggahan di media sosial, seorang pemuda asal Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kini sukses meraup cuan jutaan rupiah per bulan. Ia berhasil mengubah hobinya memelihara ayam hias menjadi ladang bisnis yang menjanjikan.

​Pemuda inspiratif tersebut adalah Ersa Sahar Reza. Sejak tahun 2018, Ersa awalnya hanya iseng memelihara ayam hias impor jenis American Silkie dan ayam batik sekadar untuk menyalurkan hobi.

​Kala itu, Ersa membeli sepasang anakan ayam hias untuk dipelihara di pekarangan rumahnya. Namun, tak disangka, unggahan foto dan video ayam peliharaannya di media sosial justru memancing perhatian dan rasa penasaran banyak orang.

​“Awalnya hanya iseng memelihara karena tertarik melihat bentuk dan bulunya yang unik. Ternyata banyak yang bertanya dan ingin membeli,” ujar Ersa, Minggu (21/6/2026).

Membaca peluang pasar yang terbuka lebar, Ersa mulai menambah jumlah indukan dan fokus mengembangkan usaha budidaya ayam hias ini secara serius.

​Kini, kandangnya telah dihuni puluhan ekor ayam hias dengan berbagai warna dan corak menawan. Primadona utamanya adalah American Silkie, ayam hias asal luar negeri yang memiliki ciri khas bulu sangat lembut menyerupai kucing anggora.

​Selain melayani pembeli yang datang langsung, Ersa merambah pemasaran digital melalui media sosial dan aktif mengikuti berbagai pameran hewan hias peliharaan.

​Harga jual anakan American Silkie usia 1–2 minggu dibanderol mulai dari Rp75 ribu hingga Rp200 ribu per ekor, tergantung kualitasnya. Sementara untuk harga indukan, nilainya bisa menembus angka Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per pasang. Adapun untuk jenis ayam batik, harganya relatif lebih terjangkau, yakni di kisaran Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per ekor.

Menurut Ersa, perawatan ayam hias ini tergolong tidak rumit. Selain pemberian pakan pelet dan asupan vitamin yang rutin, ayam hanya perlu dimandikan agar kebersihan serta kualitas bulu halusnya tetap terjaga.

​Berkat ketekunannya, Ersa kini mampu mengantongi omzet mendekati angka Rp5 juta setiap bulannya. Pendapatan tersebut sangat membantunya dalam menunjang perekonomian dan memenuhi kebutuhan biaya kuliahnya.

​Pesona unggas hias ini juga diakui oleh Bakri, salah seorang pembeli yang datang langsung usai melihat promosi Ersa di internet.

​“Selain karena bentuknya yang unik dan menggemaskan, harga yang ditawarkan juga masih terjangkau. Makanya saya langsung ambil anakannya sepasang,” terang Bakri antusias.

​Di tengah meningkatnya tren masyarakat dalam memelihara hewan hias eksotis, budidaya ayam impor seperti American Silkie dan ayam batik ini dinilai memiliki prospek bisnis ekonomi kreatif yang sangat cerah ke depannya.