Makassar,responcom.id– Satu unit truk tronton gagal menanjak hingga terjatuh di samping jembatan overpass Jalan Galangan Kapal, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/8) malam. Truk berwarna oranye itu hilang kendali dan menghantam pembatas jalan hingga jebol.Kejadian diketahui dari rekaman video yang beredar di media sosial. Truk tampak sudah terjatuh di sisi jembatan, dan sejumlah warga berkerumun menyaksikan serta memeriksa langsung kondisi kendaraan.Lurah Kaluku Bodoa Alwan Januar Setiawan menyebutkan, insiden berawal saat truk berada dalam posisi menanjak di jalur jembatan, lalu tiba-tiba mundur dan jatuh ke sisi kanan jembatan yang merupakan area tanah kosong.”Sebenarnya ini jembatan nda terlalu mendaki, mungkin bermasalah mobilnya. Tidak ada warga yang jadi korban di situ kebetulan jauh dari pemukiman,” ujar Alwan kepada wartawan, Minggu (16/8/2026).

Alwan menduga truk tersebut mengalami masalah pada rem maupun sistem gasnya. Ia menuturkan adanya beberapa versi keterangan dari saksi terkait penyebab truk mundur.”Katanya remnya yang bermasalah jadi mundur ki, tapi ada beberapa versi juga. Jadi bisa jadi gasnya, karena kalau dibilang rem blong kan ini sementara menanjak, ini mobil tiba-tiba mundur,” ucapnya.Posisi truk yang kehilangan kendali mengakibatkan pembatas jalan berbahan besi bergaris kuning hitam yang berada di samping badan jembatan jebol akibat hantaman.”Cuma mungkin itu pembatasnya. Iya pembatas jalannya jebol. Pembatas yang samping jalan itu yang dia tabrak,” kata Alwan.

Belum diketahui pasti kondisi sopir truk pascakecelakaan. Alwan menyebut pihak kepolisian telah berada di lokasi sejak sekitar pukul 00.30 untuk melakukan evakuasi kendaraan.”Kalau kondisi sopirnya saya belum terkonfirmasi. Kalau tadi trontonnya masih di sana, tapi nda tahu sekarang, kebetulan semalam sudah ada juga polisi,” pungkasnya.Petugas kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai kejadian tersebut.

Polisi mengimbau pengguna jalan yang melintasi ruas Jalan Galangan Kapal untuk tetap berhati-hati karena sempat terjadi penumpukan kendaraan saat proses evakuasi berlangsung.