PANGKEP, responcom.id – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dalam insiden tragis jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep beberapa waktu lalu, menyisakan cerita ketangguhan. Atas dedikasinya menembus medan yang ekstrem, Tim Reaksi Cepat (TRC) PT Semen Tonasa dianugerahi penghargaan kehormatan tertinggi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor SAR (Kakansar) Makassar, Muhammad Arif Anwar, S.Sos., M.M., kepada Ketua Harian TRC Semen Tonasa, Abbas, di Aula Kantor Basarnas Makassar pada Senin (10/08/2026).
Bagi personel TRC Semen Tonasa, keterlibatan dalam evakuasi di Bulusaraung bukanlah misi biasa. Topografi pegunungan yang terjal menuntut ketahanan fisik ekstra dan kedisiplinan tingkat tinggi. Abbas menuturkan bahwa pengalaman di lapangan tersebut menjadi ujian nyata bagi kesiapsiagaan timnya.
”Medan di Bulusaraung sangat menantang dan menguji koordinasi kami di lapangan. Penghargaan dari Basarnas ini adalah buah dari kerja keras seluruh personel yang bahu-membahu menjalankan misi kemanusiaan. Ini bukan sekadar piala, tapi tanggung jawab besar untuk terus mengasah kemampuan penyelamatan kami ke depannya,” ungkap Abbas.
Turunnya tim penyelamat dari sektor korporasi ini membuktikan bahwa keberadaan industri di Kabupaten Pangkep tak melulu soal angka produksi. Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, menegaskan bahwa perusahaan memiliki mandat sosial untuk hadir saat masyarakat berada dalam situasi darurat.
Menurut Anis, apresiasi dari Basarnas RI menjadi pelecut semangat bagi perusahaan untuk terus menyelaraskan operasional bisnis dengan kepedulian lingkungan sekitarnya.
”Bagi kami, penghargaan ini adalah bonus. Semangat utamanya adalah bagaimana perusahaan bisa hadir, peduli, dan memberikan manfaat konkret. Saat krisis terjadi dan kami punya kapasitas untuk turun tangan, TRC akan selalu kami kerahkan untuk memberikan dukungan maksimal,” tegas Anis.
Melalui wadah TRC, PT Semen Tonasa terus berupaya menanamkan budaya keselamatan yang tak hanya berlaku di dalam pabrik, tetapi juga berdampak luas bagi warga Sulawesi Selatan. Mengusung filosofi “Patuh, Peduli, Tanggap”, kiprah TRC Semen Tonasa di Bulusaraung menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kemanusiaan akan selalu melampaui batas-batas operasional bisnis semata.

Tinggalkan Balasan