Responinfo.com- Semen Tonasa menerima kunjungan Tim Asesor UNESCO Global Geopark dalam rangka proses revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep. Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah peninjauan ke Taman Kehati dan Geosite Bulu Sipong sebagai bagian dari evaluasi terhadap pengelolaan lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati, serta upaya pelestarian warisan budaya.

Rombongan asesor yang dipimpin Soojae Lee dari Korea Selatan bersama Xiaoping Qiu dari Tiongkok disambut langsung Direktur Operasi PT Semen Tonasa, Mochamad Alfin Zaini, didampingi jajaran manajemen perusahaan, unsur pemerintah, dan pemerhati lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Alfin menegaskan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis PT Semen Tonasa. Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari capaian operasional, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan warisan budaya.

“Keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari aspek operasional dan kinerja bisnis, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya yang bernilai bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” ujar Alfin.

Ia menjelaskan, kawasan Karst Bulu Sipong, termasuk Gua Bulu Sipong yang menyimpan salah satu temuan seni cadas figuratif tertua di dunia, merupakan aset budaya bernilai tinggi yang telah diakui secara internasional.

Karena itu, PT Semen Tonasa berkomitmen memastikan seluruh aktivitas operasional di kawasan karst Maros-Pangkep dilaksanakan secara bertanggung jawab dan selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan serta perlindungan situs budaya.

Menurut Alfin, perusahaan juga menjadikan berbagai rekomendasi dari Council on Ethics – The Norwegian Government Pension Fund Global, hasil kajian para arkeolog independen, serta masukan UNESCO dan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari penyempurnaan tata kelola perusahaan secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan pengelolaan kawasan konservasi, pengembangan Program Keanekaragaman Hayati melalui Taman Kehati, dukungan terhadap pelestarian Geosite Bulu Sipong, hingga peningkatan kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan, pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pihak yang peduli terhadap pelestarian warisan budaya.

Selain itu, PT Semen Tonasa juga memberikan perhatian terhadap ancaman vandalisme yang berpotensi merusak nilai autentisitas situs budaya. Berbagai langkah pengamanan dilakukan, termasuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga warisan budaya sebagai identitas bangsa.

Alfin menegaskan, pelestarian warisan budaya dan keberlanjutan industri dapat berjalan beriringan melalui tata kelola perusahaan yang baik.

“PT Semen Tonasa percaya bahwa pelestarian warisan budaya dan keberlanjutan industri bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui tata kelola perusahaan yang baik, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), kepatuhan terhadap regulasi, serta kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, kami akan terus meningkatkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dengan mengedepankan aspek konservasi, transparansi, dan perbaikan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Sustainability Roadmap PT Semen Tonasa,” tutupnya.