MAROS,responcom.id – Babak baru tata kelola tanggung jawab sosial perusahaan di Kabupaten Maros resmi dimulai. Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan/Corporate Social Responsibility (TJSL/CSR) Kabupaten Maros periode 2026–2031 resmi terbentuk melalui rapat pleno yang dirangkaikan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2021–2026.
Dalam rapat tersebut, Chaerul Syahab secara resmi dipercaya memimpin Forum TJSL/CSR Kabupaten Maros untuk periode 2026–2031. Amanah tersebut diberikan oleh perwakilan perusahaan, organisasi kepemudaan, dan organisasi buruh yang hadir dalam forum.
Rapat pembentukan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Maros bersama Dinas Sosial Kabupaten Maros, serta dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Bapperida, Bapenda, Disnakertrans, DPMPTSP, dan Diskoperindag. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Maros dalam memperkuat sinergi pelaksanaan program CSR di daerah.
Usai ditetapkan sebagai ketua, Chaerul Syahab menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Forum TJSL/CSR sebagai wadah kolaborasi yang mampu menyinergikan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Amanah ini tentu menjadi tanggung jawab besar. Kami akan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh perusahaan, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat agar program TJSL benar-benar tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Maros,” ujar Chaerul Syahab.
Ia menjelaskan, dalam waktu dekat tim formatur akan menyusun struktur kepengurusan yang representatif sekaligus merumuskan agenda strategis Forum TJSL/CSR untuk lima tahun ke depan.
Menurutnya, keberadaan forum tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan sehingga program CSR perusahaan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah.
Pembentukan kepengurusan baru juga mendapat apresiasi dari kalangan pemuda. Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros), Ikram Herdiansyah, menyambut baik terbentuknya Forum TJSL/CSR periode 2026–2031.
“Ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, organisasi kepemudaan, buruh, dan masyarakat. HPPMI Maros sejak awal mendorong forum ini agar program CSR berjalan lebih terarah dan memberi manfaat nyata,” kata Ikram.
Ia berharap di bawah kepemimpinan Chaerul Syahab, forum tersebut tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi mampu menghadirkan program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap ketua terpilih segera menyusun struktur kepengurusan yang representatif. Forum TJSL/CSR harus menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan kepentingan dunia usaha dengan kebutuhan masyarakat demi Maros yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan Forum TJSL/CSR Kabupaten Maros periode 2026–2031, diharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan semakin kuat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan