PANGKEP,Responinfo.com — Persiapan para atlet panjat tebing Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel kini menemui kendala. Fasilitas penunjang berupa matras latihan yang baru saja diadakan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pangkep justru menuai kritik tajam.
Pasalnya, sarana olahraga yang dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pangkep Tahun 2026 itu dinilai jauh dari standar kelayakan.
Kekecewaan ini disuarakan langsung oleh Pelatih Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing Kabupaten Pangkep, Andi Fachruddin. Ia mengungkapkan, kualitas matras yang diserahkan oleh pihak pemerintah daerah sejak dua pekan lalu itu sangat memprihatinkan. Ironisnya, kerusakan fisik langsung terjadi pada hari pertama matras tersebut diuji coba di bawah dinding panjat.
“Baru dua jam kami pakai latihan, sudah ada bagian yang robek. Ini jelas karena kualitas dan spesifikasinya tidak sesuai dengan standar yang dibutuhkan untuk menahan benturan,” tegas Fachruddin, Selasa (7/7/2026).
Dalam olahraga ekstrem seperti panjat tebing, matras memiliki fungsi vital sebagai alat keselamatan utama untuk mencegah cedera fatal saat atlet terjatuh. Matras yang tipis atau mudah robek tentu secara langsung mengancam keselamatan para atlet.
Tak hanya menyoroti kualitas yang buruk, Fachruddin juga mempertanyakan kuantitas dan kelengkapan fasilitas yang jauh dari usulan awal. Pada tahun 2025 lalu, pengurus cabor telah mengajukan permohonan pengadaan sebanyak 20 buah (pieces) matras serta lima set poin volume untuk melengkapi papan panjat.
Namun, realisasi di lapangan berbanding terbalik. Bantuan yang turun hanya berupa 16 buah matras, tanpa ada satu pun poin volume yang disertakan.
“Jumlah yang kami minta tidak mencukupi, apalagi ditambah kualitas barang yang seperti itu. Bagaimana kami mau memaksimalkan latihan jika fasilitas yang diberikan pemerintah juga setengah-setengah?” keluhnya.
Kondisi ini menjadi ironi, mengingat atlet dituntut berlatih keras untuk mendulang medali di Porprov Sulsel. Fachruddin mengingatkan, panjat tebing bukanlah olahraga sembarangan bagi Kabupaten Pangkep. Selama ini, cabor tersebut memiliki rekam jejak cemerlang dan konsisten menyumbang medali serta mengharumkan nama daerah. Ia mendesak Pemkab Pangkep agar lebih peka terhadap kebutuhan riil sarana pembinaan.
Menanggapi sorotan dari pelatih panjat tebing, Kepala Disparpora Pangkep, Iman Takbir, akhirnya angkat bicara. Ia memberikan klarifikasi bahwa keterbatasan jumlah matras dan ketiadaan poin volume murni disebabkan oleh keterbatasan alokasi anggaran di dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
Iman menjelaskan, dalam DPA APBD 2026, nilai yang dialokasikan khusus untuk nomenklatur pengadaan matras panjat tebing hanya sebesar Rp95 juta.
“Jadi, dengan pagu anggaran senilai itu, dananya memang hanya mencukupi untuk membeli 16 buah matras. Kami sebenarnya sudah berkoordinasi dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk melihat apakah nomenklaturnya bisa diubah agar mencakup matras sekaligus aksesoris seperti poin volume, namun secara aturan itu tidak dimungkinkan,” urai Iman.
Terkait spesifikasi yang dianggap rendah dan mudah robek, Iman membantah jika pengadaan dilakukan asal-asalan. Ia mengklaim barang yang dibelanjakan sudah merujuk pada standar e-katalog pemerintah. Meski begitu, ia tidak menampik adanya laporan kerusakan fisik dari para atlet.
“Spesifikasinya sudah sesuai dengan apa yang ada di dalam e-katalog. Soal kualitas dan laporan barang yang rusak setelah dipakai, kami sudah berkoordinasi dengan pihak penyedia barang. Vendor siap bertanggung jawab penuh untuk melakukan perbaikan,” terangnya.
Ke depannya, Kepala Disparpora berjanji akan mengupayakan pemenuhan fasilitas yang masih kurang secara bertahap. Ia juga menitipkan pesan kepada pengurus cabor agar ikut menjaga aset pemerintah.
“Apa yang sudah diadakan oleh Disparpora ini adalah belanja modal yang menjadi aset daerah. Kami harap alat ini dipelihara dengan baik oleh pengurus cabor demi menunjang pembinaan ke depannya,” tutup Iman.

Tinggalkan Balasan