PANGKEP, ResponInfo.com – Di sebuah sudut tersembunyi di Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa, semangat belajar tidak pernah padam meski akses terbatas. Selama sepekan, dari 8 hingga 14 Juni 2026, suasana di SDN Kecil Manyampa berubah drastis. Tawa riang siswa pecah saat sekelompok mahasiswa dari Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pangkajene dan Kepulauan (IPPM) Koord. UNM hadir membawa perubahan.

​Membawa misi bertajuk “Optimalisasi Literasi Anak Sekolah Melalui Media Edukasi Interaktif”, para mahasiswa ini tidak datang sekadar untuk mengajar. Mereka datang untuk membangun ekosistem.

Bagi Rahmat Hidayat, Ketua Panitia IPPM Pangkep Koord. UNM Mengabdi, literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi tentang menghidupkan rasa ingin tahu. “Banyak anak-anak memiliki semangat belajar tinggi, namun belum didukung media pembelajaran yang memadai. Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang lebih kreatif,” ungkapnya.

​Di tangan para mahasiswa, kelas-kelas yang dulu terasa monoton disulap menjadi ruang yang hidup. Mereka tidak hanya terjun ke dalam kelas, tetapi juga turun tangan melakukan pembenahan fisik sekolah.

Mahasiswa IPPM Pangkep Koord. UNM bahu-membahu melakukan pembenahan fisik SDN Kecil Manyampa.

Kehadiran pojok baca di tengah lingkungan sekolah memberikan suasana baru. Kini, siswa SDN Kecil Manyampa memiliki ruang untuk mengeksplorasi imajinasi mereka di bawah naungan pohon atau di sudut sekolah yang kini lebih nyaman.

Membangun ruang kreatif: Mahasiswa IPPM Pangkep Koord. UNM menata pojok baca untuk meningkatkan minat literasi siswa.

Pihak sekolah pun menyambut hangat inisiatif ini. Kepala SDN Kecil Manyampa mengakui bahwa kontribusi mahasiswa ini memberikan suntikan motivasi yang besar bagi siswa dan guru. “Program ini memberikan semangat baru. Tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga menghadirkan metode belajar yang menarik,” ujarnya.

Metode belajar interaktif yang dibawa oleh mahasiswa IPPM Pangkep Koord. UNM di dalam kelas.

Program pengabdian ini menjadi cermin bagi kita semua tentang pentingnya pemerataan akses pendidikan. Mahasiswa IPPM Pangkep Koord. UNM telah membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang bagi generasi muda di pelosok untuk berpikir kritis. Kisah dari Desa Bantimurung ini adalah pengingat bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan masyarakat adalah kunci utama dalam membangun masa depan pendidikan Pangkep yang lebih inklusif.