PANGKEP, RESPON INFO – Di sudut Ruang Bimbingan Kerja (Bimker) Rutan Kelas IIB Pangkep, suasana tampak hening namun penuh konsentrasi. Selasa (9/6) pagi itu, tidak ada keriuhan. Yang terdengar hanyalah suara gesekan lidi yang saling bertautan, membentuk pola-pola yang presisi. Di sana, para warga binaan sedang menenun harapan melalui keterampilan tangan.

Para warga binaan ini tidak sedang mengerjakan tugas biasa. Mereka sedang menyulap material sederhana—lidi kelapa sawit dan bambu—menjadi barang bernilai guna tinggi. Seperti terlihat dalam aktivitas mereka, ketelitian menjadi kunci utama. Produk yang dihasilkan mulai dari tudung saji, penutup bosara, tempat bumbu, hingga keranjang pakaian.

Setiap anyaman yang terbentuk adalah cerminan dari kesabaran yang mereka pelajari selama masa pembinaan. Bagi mereka, proses ini adalah pelajaran tentang kedisiplinan, ketekunan, dan kreativitas yang diharapkan bisa menjadi bekal berharga saat mereka kembali menghirup udara bebas nanti.

Hasil karya ini bukan sekadar pajangan. Produk-produk yang telah rampung menunjukkan kualitas pengerjaan yang rapi dan artistik, siap untuk dipasarkan ke masyarakat luas.

Rachmat Efendy, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu fokus utama dalam membekali warga binaan dengan kemampuan yang produktif dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali ke masyarakat. Dengan kemampuan yang dimiliki, mereka diharapkan lebih siap membangun kehidupan yang mandiri dan produktif,” ujar Rachmat Efendy.

Langkah Rutan Pangkep ini juga merupakan wujud nyata dukungan terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI. Hasil karya warga binaan nantinya akan dipromosikan melalui pameran serta kerja sama dengan mitra pemasaran lainnya.

Dengan pembinaan berkelanjutan, Rutan Pangkep berharap dapat menciptakan warga binaan yang memiliki kesiapan untuk berwirausaha, mandiri secara ekonomi, dan mampu berkontribusi positif bagi lingkungan masyarakat saat mereka bebas nanti.