PANGKEP, RESPON INFO – Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) resmi menggulirkan transformasi besar-besaran dalam tata kelola pariwisata daerah.

Melalui gagasan strategis bertajuk PANGKEP MABBULO, program ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan potensi pesisir dan kepulauan guna menyulap Pangkep menjadi destinasi pariwisata bahari berkelas dunia yang terintegrasi, berkelanjutan, serta berbasis ekonomi biru.

​Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pangkep, Iman Takbir, S.STP., MM, selaku reformer dan penggagas inovasi proyek perubahan ini menjelaskan bahwa PANGKEP MABBULO lahir sebagai jawaban atas sejumlah isu strategis di daerah. Pangkep sendiri dianugerahi kekayaan alam luar biasa dengan memiliki 117 pulau, di mana wilayah kepulauannya mencakup sekitar 80 persen dari total luas wilayah kabupaten. Keunggulan ini semakin diperkuat dengan status kawasan Maros-Pangkep yang telah menyandang predikat UNESCO Global Geopark sejak tahun 2023.
​“Potensi pariwisata bahari yang dimiliki Pangkep sebenarnya sangat besar, namun pemanfaatannya selama ini belum optimal. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata masih tergolong rendah, pengelolaan destinasi belum terintegrasi, promosi masih dilakukan secara konvensional, serta adanya tantangan ekologis akibat kerentanan kawasan pesisir. Oleh karena itu, diperlukan transformasi nyata menuju tata kelola ekonomi biru yang modern dan terdigitalisasi,” ujar Iman Takbir.

​Lebih lanjut, Iman memaparkan bahwa konsep MABBULO diambil dari filosofi mendalam masyarakat Bugis-Makassar, yaitu Mabbulo Sibatang yang mencerminkan nilai persatuan, kebersamaan, dan gotong royong. Secara akronim, MABBULO merupakan perpaduan dari Marine (Bahari), Blue Economy (Ekonomi Biru), dan Local Wisdom (Kearifan Lokal). Filosofi ini menekankan pentingnya sinergi bersama dalam menjaga ekosistem laut, memanfaatkan sumber daya secara bijak, dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat setempat berbasis kearifan lokal.
​Guna mengejawantahkan visi besar tersebut, Disparpora Pangkep telah merumuskan lima inovasi utama yang dijalankan dengan pendekatan Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial (THIS). Langkah pertama berfokus pada Integrated Island Tourism untuk mengintegrasikan tata kelola gugusan pulau dan menstandarisasi amenitas wisata. Langkah ini diperkuat dengan kehadiran Marine Tourism Digital Platform sebagai sarana digitalisasi promosi, reservasi, hingga penyediaan peta wisata interaktif bagi para pelancong.

​Inovasi kemudian dipertajam melalui aspek Strategic Branding Destination lewat kampanye visual bertajuk “Pangkep: The Hidden Marine Paradise”. Sementara untuk pilar kemasyarakatan dan lingkungan, program ini menyasar penguatan kapasitas lokal melalui Community-Based Tourism bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang dibarengi dengan penerapan Blue Economy Governance demi menjaga daya dukung dan kelestarian lingkungan laut jangka panjang.
​Sebagai langkah awal realisasi proyek, pemerintah daerah kini tengah bergerak cepat menyusun regulasi pendukung, membentuk tim efektif, menyiapkan peta jalan (roadmap) pengembangan, hingga merancang prototipe aplikasi digital pariwisata. Transformasi ini diharapkan tidak hanya mendongkrak sektor pariwisata dan PAD Pangkep, melainkan juga menjadi kontribusi nyata daerah dalam mendukung agenda pembangunan nasional berbasis ekonomi biru yang berkelanjutan.

​“Dengan semangat Mabbulo Sibatang, Pangkep siap berlayar menjadi episentrum ekonomi biru di Indonesia yang bersatu, lestari, inovatif, dan adaptif,” pungkas Iman Takbir penuh optimisme.