Makassar Responinfo.Com – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, memastikan daerahnya tidak akan terlalu terdampak oleh memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, selama situasi tersebut tidak berlangsung dalam waktu lama.

Menurutnya, Sulsel memiliki cadangan logistik yang cukup kuat, terutama untuk kebutuhan pangan pokok.

“Saya rasa dalam waktu secepat itu tidak terlalu berdampak. Karena kita ini masih ada buffer stock untuk beberapa bulan ke depan, terutama pangan. Kita ini penghasil pangan ayam, ikan, telur termasuk daerah lumbung,” ujar Andi Sudirman kepada Herald Sulsel di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (3/3/2026).

Ia menegaskan, kondisi stok pangan di Sulsel saat ini dalam kategori aman dan stabil. Sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional, Sulsel dinilai memiliki daya tahan lebih kuat dibandingkan wilayah yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Stok Energi Dipantau

Selain pangan, pemerintah provinsi juga memantau ketahanan energi. Berdasarkan informasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), stok energi nasional masih berada dalam batas aman.

“Untuk energi, Menteri ESDM menyampaikan masih ada stok sekitar 21 hari. Kita tentu menunggu arahan lebih lanjut dari pusat,” katanya.

Antisipasi Inflasi, Siapkan Pasar Murah

Pemprov Sulsel juga menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga di tengah potensi gejolak global. Salah satu upaya yang direncanakan adalah menggelar pasar murah secara serentak di 24 kabupaten/kota.

Namun, pelaksanaannya masih menunggu perkembangan inflasi dalam beberapa hari ke depan.

“Pasar murah tetap kita siapkan. Bisa saja Jumat ini digelar serentak di 24 kabupaten/kota. Tapi kita lihat dulu kecenderungan inflasi. Kalau normal-normal saja, jangan sampai pasar murah justru mengganggu sistem yang sudah berjalan baik. Kalau ada gejolak baru kita intervensi,” jelasnya.

Langkah tersebut dinilai sebagai strategi menjaga keseimbangan pasar agar intervensi pemerintah tepat sasaran dan tidak menimbulkan distorsi harga.

Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

Meski optimistis, Andi Sudirman tak menampik dampak bisa terasa jika konflik berlangsung dalam waktu lama, terutama terkait distribusi dan pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Ia memastikan komunikasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan agar stabilitas daerah tetap terjaga.

“Kita tentu terus berkoordinasi dengan pusat. Jangan sampai kondisi global mengganggu stabilitas daerah,” tegasnya.

Ia berharap konflik internasional tidak berlarut-larut sehingga stabilitas ekonomi nasional maupun daerah tetap aman dan terkendali.