Respon Info.com— Seorang nelayan bernama Husain (43) mengungkap detik-detik ledakan kapal nelayan KM Risnawati Indah yang terjadi di Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 05.00 Wita.

Husain, nelayan asal Kabupaten Kepulauan Selayar, mengatakan kapal miliknya saat itu bersandar tepat di sebelah KM Risnawati Indah, hanya dipisahkan oleh satu kapal lain. Saat ledakan terjadi, ia bersama tiga orang awak kapal tengah tertidur pulas di atas perahu.

“Tidur malam itu di perahu, empat orang. Tiba-tiba ada suara ledakan besar sekali,” kata Husain saat ditemui di atas kapalnya, Kamis (5/2/2026).

Suara ledakan yang sangat keras membuat Husain dan seluruh awak kapal terkejut dan langsung terbangun. Ia mengaku sempat tidak mengetahui sumber ledakan tersebut.

“Tidak tahu ledakan apa. Saya kira meteor jatuh. Bunyi ledakannya seperti dari langit,” ujarnya.

Husain menuturkan, guncangan akibat ledakan terasa sangat kuat hingga membuat kapalnya bergetar hebat seperti dihantam gelombang besar di tengah laut. Karena kondisi itu, mereka tidak langsung keluar dari perahu.

“Perahu goyang keras sekali, bergetar. Setelah berhenti goyang baru kami keluar,” jelasnya.

Akibat ledakan tersebut, dinding kamar dan kaca jendela kapalnya pecah terkena serpihan kayu dan puing kapal.

“Kaca jendela pecah, dinding kamar rusak. Kayu-kayu hantam kapal,” ungkapnya.

Saat keluar dari perahu, Husain melihat suasana pelabuhan dipenuhi kepanikan. Sejumlah korban terdengar berteriak meminta tolong sambil berenang menuju kapalnya.

“Orang menangis, minta tolong. Mereka berenang ke sini,” katanya.

Namun, Husain mengaku sempat mengabaikan situasi tersebut karena pikirannya tertuju pada anaknya yang juga berprofesi sebagai nelayan dan berada di sekitar kawasan pelabuhan.

“Saya kira perahu anakku yang meledak. Saya cek dulu chat, ternyata bukan,” ujarnya.

Setelah memastikan anaknya selamat, Husain bersama rekan-rekannya langsung membantu para korban ledakan KM Risnawati Indah.

“Ada yang minta tolong, berdarah. Saya bilang ke teman, kita bantu,” ucapnya.

Ia menyebutkan, dari total 10 korban, satu korban ditemukan di bagian belakang kapal, sementara dua lainnya berada di bagian depan. Sebanyak empat korban berhasil mereka evakuasi ke atas perahu.

“Langsung kami tarik naik ke perahu. Setelah itu baru datang ambulans,” jelas Husain.

Tak lama berselang, polisi dan sejumlah ambulans tiba di lokasi untuk mengevakuasi para korban ke fasilitas medis.

Husain menggambarkan kondisi KM Risnawati Indah pascaledakan sudah nyaris rata dengan permukaan laut.

“Kapal sudah rata dengan air. Selama hidup saya, baru kali ini lihat ledakan sekeras itu. Langsung terbang,” katanya.

Terkait penyebab ledakan, Husain mengaku tidak mengetahui secara pasti. Ia hanya mendengar informasi bahwa mesin kapal sempat dinyalakan sebelum kejadian.

“Saya tidak tahu pasti. Katanya mesin diesel dinyalakan. Waktu saya keluar, kapal sudah rata dengan air,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubsipenmas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Adil, mengatakan pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik (Labfor) untuk memastikan penyebab ledakan.

“Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari Labfor. Sambil menunggu, penyidik terus mengumpulkan keterangan dari para saksi,” kata Aipda Adil saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, saksi utama dalam peristiwa tersebut adalah Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas kapal saat ledakan terjadi. Namun, pemeriksaan terhadap para ABK belum dapat dilakukan sepenuhnya karena kondisi kesehatan korban.

“Keterangan ABK akan diambil setelah kondisi kesehatannya memungkinkan. Sebagian masih menjalani perawatan,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, KM Risnawati Indah meledak di kawasan tanggul Pelabuhan Paotere, Makassar, Selasa (3/2/2026). Ledakan tersebut menyebabkan kapal mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat beroperasi, serta mengakibatkan sejumlah awak kapal mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.