PANGKEP – Sebuah truk bermuatan sekam terbalik di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan belum dievakuasi hingga 13 jam sejak kejadian. Kondisi tersebut menyebabkan jalur Barru–Pangkep tertutup satu lajur dan memicu kemacetan hingga 2 kilometer.
Pantauan di lokasi pada Minggu (1/2/2026) pukul 19.00 WITA, truk berwarna merah dengan nomor polisi DP 8136 RZ tampak terguling di tengah jalan. Lokasi kejadian berada di Kampung Lembang, Kelurahan Mangallekana, Kecamatan Labakkang, tepat di ruas Jalan Trans Sulawesi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan tersebut terjadi sejak pukul 06.00 WITA pagi. Namun hingga malam hari, truk belum juga dievakuasi. Pemilik kendaraan dilaporkan masih berupaya mendatangkan kendaraan berat dari luar daerah untuk melakukan proses evakuasi.
Muatan sekam yang dibawa truk tumpah dan menutup hampir seluruh badan jalan. Selain itu, ban belakang truk terlepas, sementara sejumlah onderdil kendaraan terlihat telah dikumpulkan oleh warga bersama sopir truk.
Akibat insiden tersebut, median atau pembatas jalan pecah setelah tertarik oleh truk yang terbalik. Aparat kepolisian terlihat berada di lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan mencegah kemacetan semakin parah.
Kendaraan dari arah Barru menuju Pangkep terpaksa dialihkan ke jalur berlawanan secara bergantian. Sejumlah warga juga terlihat membantu pengendara saat melintas di lokasi kejadian.
“Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 06.00 WITA. Mobil evakuasi milik perusahaan masih dalam perjalanan ke sini,” ujar seorang warga, Saiful, kepada wartawan.
Sementara itu, Kanit Samapta Polsek Labakkang, Aiptu Muhammad Thamrin, mengatakan kecelakaan terjadi akibat truk mengalami patah as roda sebelum menabrak pembatas jalan dan akhirnya terbalik.
“Truk mengalami patah as roda hingga menabrak pembatas jalan lalu terbalik. Proses evakuasi lama karena kendaraan evakuasi didatangkan dari luar daerah oleh pemilik sekam. Sopir mengalami luka ringan. Panjang kemacetan sekitar dua kilometer,” jelas Thamrin.

Tinggalkan Balasan