MAKASSAR – Polisi menetapkan seorang anggota geng motor berinisial Lala (18) sebagai otak penyerangan terhadap warga serta pelemparan kantor jasa ekspedisi di depan GOR Sudiang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku ditangkap setelah terbukti menghasut puluhan rekannya untuk melakukan aksi tawuran.

Pelaku diamankan aparat kepolisian saat berada di wilayah Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Penyerangan tersebut terjadi pada pertengahan Januari 2026 dan melibatkan banyak anggota geng motor.

Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, Iptu Uji Mughni, mengatakan peristiwa penyerangan terjadi pada 18 Januari 2026 di kawasan GOR Sudiang.

“Jadi terkait dengan peristiwa penyerangan yang di depan GOR Sudiang, itu terjadi sekitar tanggal 18 Januari,” ujar Uji, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, hingga saat ini pihak kepolisian telah mengamankan 13 orang anggota geng motor yang terlibat langsung dalam aksi penyerangan tersebut. Sebagian besar pelaku masih berusia di bawah umur.

“Yang sudah kami amankan keseluruhan ada 13 orang. Sembilan orang anak sudah kami lakukan diversi, sedangkan yang dewasa kami proses sesuai hukum yang berlaku,” jelasnya.

Uji mengungkapkan, aksi penyerangan tersebut dipicu konflik antara para pelaku dengan kelompok warga di sekitar lokasi kejadian. Perselisihan itu kemudian berkembang menjadi kesepakatan tawuran yang diatur melalui media sosial.

“Mereka saling janjian untuk saling serang melalui media sosial. Jadi memang ada masalah antara sesama kelompok mereka,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Lala disebut sebagai pihak yang paling berperan dalam menggerakkan massa geng motor untuk turun melakukan penyerangan.

“Dari keterangan para pelaku, Lala ini yang pertama kali mengajak,” ungkap Uji.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan saat aksi penyerangan berlangsung.

“Barang bukti yang diamankan di antaranya rekaman CCTV, senjata tajam jenis samurai dan parang,” sebutnya.

Sebelumnya, polisi telah lebih dulu menangkap 12 pelaku geng motor yang terlibat dalam aksi penyerangan dan pelemparan kantor jasa ekspedisi di kawasan tersebut. Insiden itu mengakibatkan satu orang pegawai jasa pengiriman mengalami luka akibat serpihan kaca.

Penyerangan dilakukan oleh rombongan konvoi sekitar 20 sepeda motor yang berhenti di area GOR Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, pada Minggu (18/1) dini hari.

“Para pelaku melempari kantor jasa pengiriman dengan batu hingga menyebabkan seorang pegawai terluka,” tutup Uji.