Era digital telah mengubah cara masyarakat menemukan destinasi liburan. Media sosial kini dinilai telah membuka peluang yang sangat besar bagi kuliner tradisional dan destinasi wisata di Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk dikenal lebih luas hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

​Konten visual yang menarik di dunia maya terbukti efektif mendorong calon wisatawan untuk datang langsung, mencicipi makanan lokal, dan pada akhirnya menggerakkan roda ekonomi para pelaku usaha mikro.

​Perwakilan Bidang Promosi dan Pengembangan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Nurliana, menegaskan bahwa pemerintah daerah dan pelaku usaha kini tidak perlu lagi menunggu wisatawan tiba secara fisik untuk memperkenalkan potensi lokalnya.

​“Sekarang promosi tidak harus menunggu orang datang dulu. Kita bisa memperkenalkan potensi yang kita punya melalui media sosial, sehingga orang bisa melihat dan kemudian tertarik untuk datang langsung,” ujar Nurliana.

Menurut Nurliana, platform berbasis video singkat seperti Instagram dan TikTok saat ini menjadi medium paling efektif untuk memperkenalkan kekayaan kuliner serta destinasi eksotis daerah.

​Ia mendorong agar pemerintah kabupaten/kota mulai aktif berkolaborasi dengan kreator konten lokal maupun influencer. Tujuannya adalah untuk mengemas informasi kedaerahan secara visual, padat, dan mudah dibagikan (shareable).

​Strategi digital ini sekaligus memberikan ruang napas baru bagi para pelaku UMKM. Mereka kini bisa memasarkan produknya tanpa harus mengandalkan cara-cara promosi konvensional yang memakan biaya besar.

Video sederhana mengenai proses memasak, cerita asal-usul bahan baku, hingga cuplikan pengalaman pelanggan, bisa menjadi etalase digital yang mengundang audiens dari luar Sulawesi Selatan.

Tidak hanya untuk urusan ekonomi, dokumentasi digital juga memiliki peran penting dalam pelestarian warisan budaya. Nurliana mencontohkan berbagai konten yang menelusuri sejarah makanan langsung ke masyarakat akar rumput, yang secara tidak langsung turut merawat resep warisan yang diturunkan antar generasi.

​Kuliner dan spot wisata yang sebelumnya tidak dilirik, kini berpeluang besar menjadi “hidden gem” (permata tersembunyi) setelah viral dibagikan oleh kreator konten.

​Kendati demikian, potensi viral ini harus dibarengi dengan kesiapan matang di lapangan. Pelaku usaha dituntut untuksegera membenahi kapasitas produksi, standar kebersihan, kejelasan informasi harga, akses lokasi, serta kualitas pelayanan kepada pengunjung.

​Ke depannya, Pemerintah Provinsi Sulsel akan terus mendorong kolaborasi hulu ke hilir antara pemerintah daerah, media massa, kreator digital, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat.

​Promosi digital diharapkan tidak hanya berhenti pada tingginya angka penonton ( views ) di layar ponsel, tetapi berujung pada lonjakan kunjungan wisata yang nyata dan peningkatan pendapatan bagi warga lokal.