Pangkep,responcom.id – Senyum semringah dan tawa lepas mewarnai wajah puluhan warga saat mengerumuni Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko. Mulai dari anak-anak sekolah dasar berseragam hingga ibu-ibu, semuanya berbaur hangat berebut momen berfoto bersama. Sang Jenderal yang mengenakan passapu (penutup kepala khas Bugis-Makassar) merah berpadu seragam lorengnya, membalas antusiasme tersebut dengan acungan jempol dan senyum ramah yang seolah menghapus jarak antara aparat militer dan rakyat sipil.
Momen keakraban dan kemanunggalan TNI-Rakyat ini terekam jelas di Kelurahan Bori Appaka, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, pada Jumat (21/8/2026). Kehadiran pucuk pimpinan Kodam XIV/Hasanuddin yang didampingi Ketua Persit KCK PD XIV/Hasanuddin, Ny. Renny Bangun Nawoko, beserta unsur Forkopimda Pangkep tersebut membawa harapan baru: Peresmian Jembatan Garuda.
Jembatan beton kokoh ini kini menjadi urat nadi penghubung yang membelah rintangan akses antara warga Kampung Sengkae dan Rappo-Rappo Jawa. Akses yang selama ini menjadi tantangan berat bagi mobilitas warga, kini berubah menjadi jalan terang untuk perputaran roda ekonomi.
Mayjen TNI Bangun Nawoko menegaskan, kehadiran Jembatan Garuda bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pengejawantahan dari langkah strategis untuk mempercepat pemerataan infrastruktur dasar masyarakat.
”Kita meresmikan jembatan beton, program prioritas Bapak Presiden. Di wilayah Kodam XIV/Hsn sendiri, saat ini kami telah membangun 133 jembatan, termasuk empat di antaranya berada di Kabupaten Pangkep,” ujar Pangdam di sela-sela peresmian.
Komitmen TNI AD dalam membangun wilayah tidak berhenti sampai di sini. Kodam XIV/Hasanuddin terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk menyisir pelosok wilayah yang terisolasi dan membutuhkan akses penghubung darurat.
”Ke depan, ratusan jembatan perintis tambahan mulai dari jembatan Aramco, beton, hingga jembatan gantung siap dibangun,” jelas jenderal bintang dua tersebut.
Selain membuka keterisolasian darat, TNI juga tengah menggencarkan ketersediaan air bersih melalui program ‘TNI Manunggal Air’. Hingga saat ini, sebanyak 255 titik sumur bor telah berhasil difungsikan. Fasilitas ini tidak hanya memenuhi dahaga akan air bersih untuk sanitasi rumah tangga, tetapi juga menjadi tulang punggung pengairan bagi sektor pertanian lokal.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, Kodam XIV/Hasanuddin mengambil langkah berani dengan mempercepat pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program inovatif ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari jajaran pimpinan pusat karena progres akselerasinya yang dinilai sangat menonjol di luar Pulau Jawa.
”Mudah-mudahan kita nanti bisa mencapai milestone di akhir tahun 2026 ini, yaitu sebanyak 1.823 (koperasi) khusus di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, sebelum dilanjutkan ke seluruh desa dan kelurahan di wilayah Kodam XIV/Hsn,” tutup Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Peresmian Jembatan Garuda hari itu tidak sekadar memotong pita dan menandatangani prasasti. Lewat senyum tulus warga dan tegur sapa hangat para prajurit, tergambar tekad nyata TNI untuk terus membuka akses, memperkuat konektivitas, dan menghadirkan manfaat yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat.

Tinggalkan Balasan