Jakarta, responcom.id – Perjuangan hidup Citra Nur Ramadhani, siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 67 Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, patut menjadi teladan dan inspirasi bagi anak-anak di seluruh Indonesia.
Ketangguhan Citra bahkan mendapat apresiasi langsung dari kepala negara. Secara khusus, Presiden RI Prabowo Subianto memperkenalkan Citra dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyebut Citra sebagai anak yang sempat hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya bekerja serabutan. Berbagai pekerjaan berat dilakoni anak sekecil itu, mulai dari menjadi buruh cuci harian, membersihkan masjid, hingga berjualan kacang. Ayah Citra sendiri telah berpulang saat ia masih duduk di bangku kelas 2 SD.
Nasib Citra mulai berubah saat ia diterima sebagai siswa di Sekolah Rakyat. Di sana, ia kembali mendapatkan kesempatan untuk merajut asa, melanjutkan pendidikan, sekaligus mengembangkan potensi dan bakatnya.
Usai mengikuti rangkaian Sidang Bersama tersebut, siswi berusia 10 tahun ini secara khusus diterima oleh Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, H. Kamrussamad.
“Senang sekali bisa bertemu anak Indonesia yang berjuang sejak kecil, membantu ibunya. Apa yang dijalani Citra sangat menyentuh hati,” ungkap Kamrussamad penuh haru.
Kamrussamad kemudian membagikan secuplik kisah perjuangan Citra yang begitu berat namun tak menyurutkan senyum di wajahnya.
“Di balik senyum cerianya, Citra menyimpan perjalanan hidup yang penuh liku. Ditinggal sang ayah dan memiliki ibu seorang penyandang disabilitas, ia sempat berada di ambang putus sekolah saat duduk di kelas 4 SD. Demi membantu ekonomi keluarga dan menyambung hidup, ia bahkan harus berkeliling berjualan kacang bungkusan di tengah ujian berat sebagai korban perundungan (bullying),” bebernya.
Politisi asal Sulawesi Selatan ini menambahkan, titik balik kehidupan Citra berawal ketika ia bergabung dengan Sekolah Rakyat. Di lingkungan baru yang aman dan suportif tersebut, hak belajar Citra kembali terjamin dan bakatnya mulai diasah. Hasilnya tak main-main, Citra berhasil menorehkan prestasi membanggakan sebagai Juara 2 pada ajang kompetisi karate tingkat kabupaten.
“Kisah Citra mengingatkan kita semua bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak kekurangan potensi, mereka hanya butuh sebuah kesempatan. Mari terus dukung pendidikan yang merata agar tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam merajut masa depannya,” pungkas Kamrussamad.

Tinggalkan Balasan