Pangkep,responcom.id— Jagat media sosial baru-baru ini diramaikan oleh dugaan aksi pungutan liar (pungli) dan cekcok mulut antara seorang sopir angkutan barang dengan oknum kepolisian. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di depan SPBU Pertamina Bungoro, Kabupaten Pangkep, pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 05.00 WITA subuh.
Oknum polisi yang terekam dalam insiden tersebut diketahui berinisial IS, yang bertugas di Satlantas Polsek Bungoro, Polres Pangkep. Merespons viralnya kejadian ini, pihak kepolisian segera memberikan klarifikasi mengenai kronologi sebenarnya.
Kasi Humas Polres Pangkep, AKP Imran, menjelaskan bahwa insiden bermula saat oknum IS tengah menjalankan tugas dan melihat sebuah mobil pick-up dengan muatan berlebih (overload). IS kemudian berinisiatif menghentikan kendaraan tersebut untuk melakukan penindakan berupa tilang.
“Saat oknum tersebut menahan mobil pick-up dan meminta SIM serta STNK untuk ditilang, si pengemudi tidak mau memberikannya. Sopir beranggapan bahwa yang bersangkutan bukan polisi karena saat itu oknum IS menggunakan baju kaos, bukan seragam dinas kepolisian,” jelas AKP Imran saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).
Penolakan dari sang sopir tersebut rupanya memicu ketersinggungan oknum IS, hingga akhirnya memancing emosi dan berujung pada adu mulut yang terekam kamera.
Terkait narasi dugaan pungutan liar (pungli) yang beredar luas menyertai video cekcok tersebut, AKP Imran membantahnya dengan tegas. Ia memastikan bahwa tidak ada transaksi uang dalam peristiwa itu.
“Itu (dugaan pungli) tidak benar. Yang bersangkutan (IS) sudah diperiksa oleh Paminal Polres Pangkep. Sopir pick-up tersebut juga telah mengakui bahwa ia tidak memberikan uang sepeser pun kepada oknum polisi tersebut,” paparnya.
Menindaklanjuti insiden yang mencoreng citra kepolisian di mata publik ini, Kapolres Pangkep langsung menginstruksikan jajaran Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk mengambil tindakan.
“Atas perintah Bapak Kapolres kepada Kasi Propam, oknum polisi tersebut langsung dipanggil dan dilakukan pemeriksaan. Terkait sanksi, kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari Propam,” tegas Imran.
Meski tengah menjalani pemeriksaan etik, oknum IS saat ini masih berstatus aktif dan menjalankan tugas kepolisian seperti biasa. Sementara itu, dari pihak sopir pick-up dilaporkan tidak merasa keberatan atau menuntut lebih lanjut atas kejadian salah paham tersebut.

Tinggalkan Balasan