MAROS, responcom.id – Kabar gembira akhirnya menyapa warga yang setiap hari harus berjibaku dengan debu dan lubang di Jalan Poros Moncongloe hingga Pamanjengan, Kabupaten Maros.
Keluhan panjang masyarakat terkait rusaknya urat nadi transportasi yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Maros ini, kini mulai menemui titik terang. Pemerintah tak lagi sekadar menambal seadanya, melainkan melakukan perbaikan permanen berskala besar.
Tak tanggung-tanggung, proyek ini masuk dalam Program Multi Years Project (MYP) Paket 6 Infrastruktur Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Nilai anggarannya pun fantastis, menembus angka Rp239 miliar.
Alokasi dana raksasa tersebut difokuskan untuk menangani ruas strategis Batas Kota Makassar – Pamanjengan – Benteng Gajah yang berada di wilayah Kecamatan Moncongloe. Total panjang jalan yang akan dibeton dan diaspal permanen mencapai kurang lebih 9,3 kilometer.
Tanda dimulainya pengerjaan proyek ini diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Ia hadir memimpin prosesi groundbreaking (peletakan batu pertama) di Desa Moncongloe, Kamis (23/7/2026).
Turut hadir mendampingi Gubernur dalam hajatan penting tersebut antara lain Bupati Maros Chaidir Syam, Anggota DPRD Sulsel Irfan AB, Kepala Dinas Bina Marga dan Konstruksi Sulsel Andi Ihsan, serta jajaran Forkopimda Maros.
Di hadapan warga yang hadir, Andi Sudirman mengakui bahwa jalan ini sudah lama menjadi sumber keluhan.
“Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, kita groundbreaking jalan Moncongloe. Ini adalah jalan strategis yang selama ini selalu menjadi keluhan masyarakat,” ungkap Andi Sudirman.
Gubernur menyadari betul betapa krusialnya jalur ini. Menurutnya, ruas Moncongloe bukan sekadar jalan alternatif, melainkan jalur utama yang menopang mobilitas harian dan perputaran ekonomi warga dua daerah.
“Ruas ini memiliki peran yang sangat vital sebagai jalur penghubung Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Aktivitas lalu lintas di sini sangat tinggi setiap harinya,” sambung Gubernur.
Minta Maaf Terkait Macet Selama Proyek
Mengingat pengerjaan fisik akan memakan waktu dan memakan sebagian badan jalan, Andi Sudirman meminta pengertian dari para pengguna jalan. Pengaturan arus lalu lintas dipastikan akan mengganggu kelancaran berkendara untuk sementara waktu.
“Kami mohon maaf jika selama proses pekerjaan banyak menghambat aktivitas masyarakat sekitar dan mobilitas pengendara. Terima kasih juga kepada masyarakat yang selama ini bersabar,” tuturnya.
Sebelumnya, sebagai langkah antisipasi, Pemprov Sulsel memang telah melakukan penanganan darurat pada titik-titik terparah agar tidak membahayakan pengendara, sembari menunggu lelang proyek permanen ini berjalan.
Kini, alat berat sudah mulai turun ke lokasi. Namun, bagi publik, dimulainya proyek bukanlah akhir dari pengawasan. Anggaran Rp239 miliar adalah uang rakyat yang nominalnya tidak main-main.
Responinfo.com mengajak seluruh elemen masyarakat dan aktivis pemantau kebijakan untuk bersama-sama mengawal proyek ini. Kualitas aspal, ketebalan beton, hingga ketepatan waktu pengerjaan harus dipastikan sesuai spesifikasi, agar jalan ini benar-benar awet dan tak sekadar menjadi proyek “langganan rusak” di masa depan.

Tinggalkan Balasan