MAKASSAR, ResponInfo.com – Perumda Parkir Makassar Raya mencatatkan capaian pendapatan yang positif hingga Mei 2026. Hingga periode tersebut, perusahaan daerah ini berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar Rp8 miliar dari total target tahunan sebesar Rp23,5 miliar, dengan target dividen yang dipatok sebesar Rp2 miliar.

​Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali (ARA), menegaskan komitmen pihaknya dalam meningkatkan kualitas layanan parkir sekaligus mendukung kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.

​“Pendapatan kita sampai bulan Mei ini sudah sekitar Rp8 miliar. Total pendapatan dari target Rp23,5 miliar, kita optimistis karena masih banyak bulan tersisa,” ujar ARA saat memberikan keterangan, Senin (15/6/2026).

Usai melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, ARA memaparkan sejumlah potensi pendapatan yang kini tengah dioptimalkan.

Beberapa titik strategis yang menjadi sorotan meliputi kawasan Ramayana Pettarani yang status fasilitas umum (pasum)-nya sedang dalam proses koordinasi, kawasan Karebosi dengan rencana pengalihan parkir ke kantong resmi, serta penataan kawasan Anjungan Kanrerong yang kini semakin teratur.

​“Poin utama yang kami sampaikan kepada Bapak Wali Kota adalah bagaimana pelayanan, penataan, dan pendapatan Perumda Parkir bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dalam rangka menata pelayanan, Perumda Parkir melakukan penguatan sistem rekrutmen juru parkir (jukir). ARA menegaskan bahwa ke depan, prioritas rekrutmen akan diberikan kepada warga ber-KTP Makassar.

​“Insyaallah ke depan, jukir tidak lagi boleh ber-KTP luar Makassar. Ini untuk menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal sekaligus meminimalisir potensi kerawanan,” tegas ARA.

​Sebagai bentuk standarisasi pelayanan, jukir resmi nantinya akan diwajibkan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) dan akan menggunakan seragam berupa rompi kuning agar mudah dikenali masyarakat.

Menanggapi seringnya terjadi masalah parkir saat ada acara besar di Makassar, ARA berharap Perumda Parkir lebih dilibatkan sejak awal. Ia menyoroti seringnya perizinan parkir keluar tanpa melibatkan pihaknya, yang mengakibatkan Perumda Parkir kerap menanggung beban saat terjadi kendala di lapangan.

​“Sebelum ada event, sebaiknya Perumda Parkir sudah dilibatkan. Karena selama ini, izin keluar semua, tapi masalahnya kami yang kena bully, padahal kami tidak dapat apa-apa,” tambah ARA.

​Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pegawai, Perumda Parkir juga melanjutkan tradisi pemberian hadiah umrah bagi pegawai teladan. Tahun ini, dua orang pegawai terpilih akan diberangkatkan sebagai bagian dari upaya memotivasi dedikasi staf di lapangan.