MAKASSAR, Respon Info – Menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026, sebanyak 307 masjid di Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi disiapkan sebagai lokasi persinggahan atau rest area bagi para pemudik. Fasilitas ini disediakan untuk menjamin kenyamanan dan keamanan warga yang melakukan perjalanan jauh melintasi 24 kabupaten/kota.
Masjid-masjid tersebut tidak hanya sekadar tempat ibadah, tetapi telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Mulai dari area parkir yang luas, tempat istirahat, hingga layanan pengisian daya telepon genggam (charging station) secara gratis.
“307 masjid di Sulsel berpotensi sebagai masjid pendukung, masjid ramah pemudik,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (27/2/2026).
Lanjut Menhub mengatakan, masjid yang dipilih harus memenuhi kriteria kelayakan sarana, seperti ketersediaan air bersih yang melimpah, toilet yang higienis, serta akses yang terbuka selama 24 jam. Selain fasilitas dasar, para pemudik juga dapat menikmati takjil gratis selama waktu berbuka puasa di lokasi-lokasi tersebut.
Beberapa masjid besar yang berada di jalur utama mudik dan masuk dalam daftar kategori ramah pemudik antara lain:
Kota Makassar: Masjid H. Fajar Rahmah (Jl. Perintis Kemerdekaan)
Kabupaten Gowa: Masjid Besar Raudhatusshalihin Bontonompo
Kabupaten Bulukumba: Masjid Islamic Center Dato Tiro
Kabupaten Bone: Masjid Akbar Leppangeng (Desa Patangkai)
Kabupaten Luwu Utara: Masjid Syuhada Masamba
Kabupaten Toraja Utara: Masjid Besar Rantepao
Kabupaten Sidrap: Masjid Agung Sidrap (Kelurahan Lakessi)
Selain daftar di atas, seluruh Masjid Raya atau Masjid Agung di tiap daerah juga dipastikan siap menyambut para pemudik.
Langkah antisipasi ini dilakukan mengingat pergerakan kendaraan selama arus mudik 2026 di Sulsel diprediksi mencapai 5,14 juta unit. Angka tersebut didominasi oleh kendaraan roda dua sebanyak 4,51 juta unit dan mobil pribadi sebanyak 634 ribu unit.
Dengan proyeksi pergerakan harian menyentuh 38 ribu kendaraan, pemerintah juga menyiapkan program mudik gratis menggunakan bus untuk menekan angka kecelakaan sepeda motor.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna menghindari puncak kepadatan arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 18–20 Maret 2026.
Redaksi Respon Info mengimbau para pemudik untuk selalu mengecek kondisi kendaraan dan memanfaatkan masjid-masjid tersebut untuk beristirahat jika merasa lelah guna menghindari kecelakaan akibat kelelahan (fatigue).

Tinggalkan Balasan